Sampai kita tua, sampai jadi debu. Ku di liang yang satu.. ku di sebelahmu..
Riki menatap dirinya sendiri di cermin. Semua tugasnya sudah selesai. Ahli waris, serta segala permasalahan Ruiki Bahri beres. Kini sudah saatnya.
Riki menghela nafas. Berjalan ke meja makan. Tangannya membawa surat dengan pulpen dan menuliskan surat.
Ruiki bilang waktunya tinggal seminggu. Tapi kabar baiknya semua memori itu tak akan terhapus. Riki bisa punya kesempatan kembali ke hidup Giovi jika pria itu mau menerimanya dalam versi yang lain. Tapi? Apakah mungkin?
Dear Giovi.
Malam itu aku sudah bilang kalau aku bukan Ruiki yang kamu sangka, aku bukan istri yang selama ini kamu kejar cintanya. Gio, kalau memang cintamu itu murni pada siapapun aku setelah koma, aku harap kamu mau untuk bertemu lagi dilain waktu.
Mungkin kamu harus menunggu tiga tahun, dimana aku adalah seseorang dengan wujud yang ada dalam dunia itu. Gio, aku harap kamu percaya hingga kita bisa bersama lagi.
Aku Riki Shen, bekerja di coffeshop yang pernah kita kunjungi sebelumnya di jalan merdeka. Kamu membeli kue strawberry untuk ku sore itu. Kalau berkenan, kita bisa bertemu lagi nanti. Di tiga tahun selanjutnya, dengan aku yang sebenarnya.